Jumlah Pengunjung

Thursday, 11 September 2014

Sial (Wanita jadi-jadian)

    



    

    Bagaikan tertiup angin tubuh ini terus berjalan tanpa henti menulusi ruasnya jalan yang ada di depan mata, dan terus memandang kedepan, tanpa sadar kakiku terhenti sejenak dan memandang wajah yang sangat rupawan lidahku membeku tidak bisa mengeluarkan kata-kata, begitu indah seseorang yang berada di depan mataku, 

   dengan mata penuh harapan terus memandangi makhluk ciptaan tuhan itu, bibirku mulai tersenyum saat makhluk itu melihatku, dalam hati terus bersyukur dan bertanya siapakah bidadari yang tersenyum padaku itu, karena merasa bidadari itu masih jauh dari penglihatan, 

     kaki inipun berjalan kembali untuk mendakati bidadari tersebut, saat jarak sudah semakin dekat dan wajah dan tubuh yang sangat indah itu mulai terlihat jelas, seraya teriakan sayapun melengking yang begitu kuat, ternyata itu hanyalah Wanita jadi-jadian,,,, aaaaaaaaaaaaa tttttttttiiiiiiiiiiiddddaaaaaaaaakkkkkk,

      kaki inipun mulai berlari menjauhi dirinya, begitu sialnya diri ini, berkata dalam hati.......

0 comments:

Post a Comment